Economy & Business Headline News

Menag Yaqut Resmikan Pendidikan Widyalaya, Umat Hindu Kini Punya Satuan Pendidikan Umum Berciri Khas Agama

Menag Yaqut Resmikan Pendidikan Widyalaya

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas resmi mengeluarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Widyalaya atau pendidikan umum kekhasan agama Hindu.

Direktur Jenderal Pendidikan Masyarakat Hindu (Dirjen Bimas Hindu) I Nengah Duija menyambut baik PMA ini dan mengucapkan terima kasih kepada Menag Yaqut. Menurutnya, pendidikan Widyalaya telah lama ditunggu-tunggu oleh umat Hindu di seluruh Indonesia.

“Terima kasih kepada Gus Menteri karena telah mengeluarkan PMA yang sudah ditunggu-tunggu oleh umat Hindu. Dengan ini, umat Hindu kini resmi memiliki satuan pendidikan umum yang identik dengan madrasah,” kata Duija.

Sebelumnya, pendidikan umat Hindu umumnya dikenal dengan sebutan Pasraman, yang lebih fokus pada mata pelajaran agama Hindu. Kini, dengan adanya Widyalaya, umat Hindu memiliki pilihan pendidikan formal bernuansa Hindu yang lebih luas, dengan kurikulum yang mencakup pelajaran umum dan agama.

Baca juga:

Duija mengatakan bahwa saat ini umat Hindu memiliki dua payung hukum terkait penyelenggaraan pendidikan, yaitu PMA tentang Pasraman dan PMA Nomor 2 Tahun 2024 tentang Widyalaya.

“Lengkap sudah saat ini regulasinya. Ada PMA mengenai pasraman yang identik dengan pesantren dan PMA Nomor 2 Tahun 2024 ini tentang Widyalaya yang identik dengan madrasah,” kata dia.

Duija juga mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan kerja keras semua pihak.

“Tepat saja memang ketika saya menjadi Dirjen, PMA ini keluar. Hal ini adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa/Ida Shang Hyang Widhi Wasa,” ujar Duija.

Drama Spirited Away 2024: Dua Chihiro Baru Muncul dalam Visual Terbaru!

Jenjang Pendidikan Widyalaya

Pendidikan Widyalaya akan berjenjang dari tingkat pendidikan anak usia dini (Pratama Widyalaya), pendidikan dasar (Adi Widyalaya), pendidikan menengah pertama (Madyama Widyalaya), serta pendidikan menengah (Utama Widyalaya) dan pendidikan menengah kejuruan (Widyalaya Kejuruan).

Kurikulum Widyalaya akan terdiri dari 60% pelajaran umum dan 40% pelajaran agama. Sama seperti sekolah umum, Widyalaya menerima siswa dari berbagai latar belakang agama atau kepercayaan.

Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija
Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija

Duija menjelaskan bahwa Pendidikan Widyalaya bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik yang berakhlak mulia, menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan, serta meningkatkan kompetensi mereka untuk hidup mandiri dan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih lanjut.

Pendidikan Widyalaya juga diharapkan menjadi solusi untuk penyerapan tenaga pendidik atau guru dari perguruan tinggi umum atau Hindu.

“Lulusan Widyalaya yang setara SMA atau SMK lebih mudah memilih perguruan tinggi, karena kurikulum yang diajarkan sama dengan sekolah umum. Ini adalah bentuk terobosan baru bagi pendidikan Hindu. Pendidikan Widyalaya adalah konsep pendidikan kedua yang ditetapkan Kemenag RI setelah Madrasah,” kata Duija.

“Widyalaya memang masuk dalam desain besar kami di masa depan. Harapannya SDM Hindu menjadi generasi unggul pada 2045 mendatang,” pungkas Duija.

Gundam SEED FREEDOM: Akhirnya Rilis Setelah 18 Tahun, Begini Reviewnya!

About Author

A lifestyle & traveler writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *